Saya baru baca-baca soal hasil survei biaya hidup (living cost) dari Mercer. Mercer adalah perusahaan Human Resources yang banyak dipakai jasanya oleh berbagai perusahaan internasional. Survei ini dipakai sebagai standar bagi berbagai perusahaan untuk menentukan gaji pegawai mereka di luar negeri.

Untuk internasional, standarnya adalah New York City dengan indeks 100. Indeks untuk Jakarta untuk tahun 2005 adalah 78.9, yang berarti biaya hidup di Jakarta adalah 78.9% dari biaya hidup di NYC. Sebagai gambaran untuk yang di Amerika, San Francisco mempunyai index 84.9, Chicago 84.6, Washington DC 77.4, Boston 77.0, dan Pitttsburgh 69.6. Kuala Lumpur mempunyai index 67.7, sementara Singapura 82.2.

Indeks ini didapat dengan melakukan survei terhadap harga kumpulan barang dan jasa pokok yang sama di berbagai kota. Jadi harga keperluan pokok tersebut lebih murah di Jakarta daripada di NYC atau Chicago, tapi lebih mahal daripada di Boston. Yang harus diingat adalah ini untuk harga barang yang sama, kalau di NYC kita makan roti, berarti kita harus melihat harga roti tersebut di Jakarta, bukan harga nasi. Harga apartemen misalnya, berarti juga harus memiliki fasilitas yang sama (misalnya air panas, ac dll). Biaya hidup di Jakarta 80% dari NYC itu untuk barang-barang yang sama, yang biasanya diperlukan oleh expatriat. Untuk penduduk lokal, pilihan barangnya biasanya lebih murah, yang juga dipengaruhi oleh perbedaan pendapatan.

Indeks Jakarta untuk tahun 2005 ini lebih rendah dari indeks tahun 2004 (83.9) dan 2003 (80.0), dan lebih tinggi dari indeks tahun 2002 (72.3) dan 2001 (68.5). Kalau digabung dengan naiknya pendapatan rata-rata penduduk, ini berarti dari tahun 2003-2005 ada peningkatan “purchasing power” (kemampuan membeli).

Untuk perbandingan kota-kota di Indonesia, standar yang dipakai adalah Jakarta dengan indeks 100. Kota-kota yang menjadi tempat operasi perusahaan internasional seperti Balikpapan, Jayapura dan Batam lebih mahal dari Jakarta. Untuk kota besar, Yogyakarta adalah yang paling murah dengan indeks 82. Bandung sedikit lebih mahal dari Yogyakarta, tapi masih jauh lebih murah dibanding Jakarta. Beberapa alasan untuk Bandung adalah banyaknya daerah penghasil bahan pangan di sekitarnya, dan ukuran kota yang relatif kecil membuat biaya transportasi lebih murah.