PKS Faction in House not to disclose names of gratification givers
Jakarta (ANTARA News) - The Properous Justice Party (PKS) faction in the House of Representatives (DPR)reported the gratification funds its members had received, and returned the money to the Corruption Eradication Commission (KPK), in an effort to promote "good governance," a spokesman said.
"What we want to achieve is the realization of goodgovernance and not adding to the list of people who must be investigated," PKS faction chairman Mahfud Siddiq said here Saturday.
Earlier, on Friday (April 11), Siddiq disclosed his faction had turned over Rp1.9 billion in gratification funds faction members had received in the period December 2005-January 2008 to the KPK.
Catatan pinggir seorang kader PKS tentang Pilgub Jabar 2008.
Nyesek
“Berita terakhir dari Ketua DPD (TPPD) bahwa tidak tersedia dana untuk uang transport saksi. Harap DPC konsolidasi. Bobar (Bogor Barat) memerlukan Rp 16.7 jt utk kepentingan ini. Ana pribadi setelah kokoreh di dapur dan tawakkal, bismillah menginfakkan Rp 1 jt. Ana mohon antum semua melakukan hal serupa”.
Lega
Ketika perolehan suara dihitung satu per satu di TPS tempat saya memilih, pasangan HADE langsung melejit memperoleh suara terbanyak. Sekitar 60%. TPS-TPS lain di kelurahan saya juga menunjukkan hal yang sama.
Ngeri
Setelah suasana kelegaan dan euforia, dalam perenungan kemudian muncul perasaan ngeri. Ngeri kalau kita tidak bisa mengemban amanah kepemimpinan ini. Ngeri kalau janji-janji tidak bisa direalisasikan. Bukan karena tidak mau, tetapi karena berbagai hambatan praktis di sistem birokrasi kita.
Rekaman Get-Connected 1 yang dibawakan oleh DR. Nurmahmudi Ismail, bisa didengarkan dengan meng-click gambar dibawah ini (ada gap ditengah-tengah, jadi harap bersabar untuk ditunggu kalau ada silent gap):
Beberapa point yang disampaikan dalam ceramah ini adalah sebagai berikut:
In this edition, Voice of Justice newsletter emphasizes its content on articles related to improving the women conditions in Indonesia. This emphasize is related to the Kartini’s day on April 21st that is usually commemorated in Indonesia to honor Kartini’s effort for women’s emancipation.